Samarinda (Madrasah) – Senin (11/08) pagi yang cerah, seluruh warga MAN 2 Samarinda berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat. Petugas upacara kali ini adalah siswa kelas XII-C, yang menunaikan tugasnya dengan disiplin dan terkoordinasi cukup baik dari awal sampai akhir.
Bertindak sebagai pembina upacara, Eko Haryanto selaku wali kelas tersebut menyampaikan amanat yang sarat pesan moral dan motivasi. Dalam pembukaannya, Eko mengajak seluruh peserta upacara untuk menumbuhkan semangat juang dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat juang adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan dan meraih kehidupan yang diridhai Allah SWT. “Jangan mudah menyerah. Orang yang mau berusaha dan berjuang akan menemukan jalan keluar dari setiap masalah. Man jadda wajada,” tegasnya.
Lebih jauh, Eko Haryanto menekankan pentingnya bersyukur dalam setiap keadaan. Ia mengaitkan rasa syukur ini dengan pilihan hidup manusia yang pada hakikatnya hanya dua: mendapatkan nikmat atau menerima azab. Pilihan tersebut, menurutnya, sepenuhnya bergantung pada sikap kita dalam menjalani hidup.
Untuk memperjelas, ia kemudian memaparkan bahwa syukur memiliki tiga bentuk. “Syukur itu ada tiga,” ungkapnya di hadapan seluruh peserta, “syukur dengan hati, dengan lisan, dan dengan perbuatan. Syukur dengan hati adalah menerima dengan ikhlas, syukur dengan lisan adalah memuji dan mengucapkan terima kasih kepada Allah, dan syukur dengan perbuatan adalah menggunakan nikmat untuk kebaikan.”
Pesan ini disampaikan dengan nada yang tenang namun penuh penekanan, membuat banyak siswa merenung. Tidak sedikit yang terlihat mengangguk, seakan menyadari betapa berharganya setiap kesempatan yang mereka miliki.
Upacara pagi itu ditutup dengan doa bersama, menciptakan suasana yang hangat dan penuh rasa syukur. Para peserta memberikan apresiasi kepada petugas upacara dari kelas XII-C yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. (rc)
Amanat Pembina Upacara: Pilih Nikmat atau Azab?